HAMIL TETAP SEHAT, INI NUTRISINYA

1 tahun yang lalu      Kehamilan

 

 

Hamil menjadi kabar yang ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan suami istri. Saat ibu dinyatakan hamil, perasaan bahagia tak hanya dirasakan oleh ibu saja tetapi juga ayah bahkan keluarga besar dari ibu dan ayah. Meski membahagiakan, namun kehamilan membutuhkan kesiapan baik dari segi mental juga finansial. Dari segi mental, ibu harus siap menerima bahwa kehadiran si kecil kelak akan menyita banyak waktu dan perhatiannya, sehingga sulit untuk menikmati ‘me time’. Sementara dari sisi finansial jelas bahwa hadirnya si kecil akan menambah kebutuhan keluarga. Tak hanya itu, kesiapan finansial juga berpengaruh pada kemampuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan janin.

 

Ibu hamil membutuhkan nutrisi lebih banyak dibandingkan saat tidak hamil. Wajar saja, karena ibu hamil tak hanya memenuhi kebutuhan nutrisinya saja, tetapi juga harus menutrisi janin yang ada di dalam kandungannya. Kebutuhan nutrisi ibu dan janin yang tercukupi tentunya akan berpengaruh pada kondisi keduanya yang senantiasa sehat. Sebaliknya, apabila kebutuhan nutrisi ibu dan janin tidak tercukupi, maka bisa berisiko pada kesehatan ibu terutama janin. Ibu hamil yang kekurangan nutrisi, berisiko mengalami komplikasi bahkan keguguran. Oleh sebab itu, meski sering kali dianggap sederhana, namun nutrisi sangatlah penting sehingga harus senantiasa dijaga asupannya.

 

Tak bisa dipungkiri bahwa untuk bisa memenuhi kebutuhan nutrisi, peran finansial sangatlah dibutuhkan. Meski begitu, penting untuk digarisbawahi bahwa asupan nutrisi tidak harus diperoleh dari jenis makanan serba enak dan berharga mahal sekelas menu restoran di hotel berbintang. Justru makanan rumahan yang murah meriah bisa menjadi sumber nutrisi terbaik bagi ibu hamil. Intinya, makanan tersebut haruslah mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein, vitamin, mineral, zat besi, air, dan lainnya. Kebutuhan akan zat-zat gizi tersebut tentu tak hanya diperoleh dari satu jenis makanan saja, tetapi kombinasi berbagai jenis makanan.

 

Salah satu indikator kebutuhan nutrisi ibu hamil tercukupi adalah naiknya berat badan seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Jadi, ibu hamil yang sehat dan nutrisinya tercukupi akan mengalami kenaikan berat badan setiap bulannya hingga sampai cukup bulan untuk melahirkan. Idealnya, ibu hamil akan mengalami kenaikan berat badan berkisar antara 12 hingga 15 kg. Jadi, tidak perlu khawatir jika mendapati timbangan naik, justru hal itu mengindikasikan bahwa Bunda dan si kecil yang ada di dalam kandungan dalam keadaan sehat.

 

Sebaliknya, Bunda perlu cemas dan harus waspada apabila selama hamil berat badan tetap stabil atau bahkan menurun. Hal ini bisa mengindikasikan bahwa kebutuhan nutrisi Bunda dan janin tidak terpenuhi dengan baik. Selain itu, kondisi ini juga bisa mengindikasikan adanya gangguan pada perkembangan janin.

 

Pada awal kehamilan umumnya di trimester pertama, sebagian ibu hamil memang mengalami penurunan berat badan. Hal ini dianggap wajar, karena pada masa tersebut, ibu mengalami ‘ngidam’ yang tak jarang muncul gangguan seperti mual, muntah, lemas, bahkan pingsan sehingga menurunkan nafsu makan. Meski begitu, untuk menjaga asupan nutrisi agar ibu dan janin tetap sehat, maka ibu harus memaksakan diri untuk makan. Lepas masa ‘ngidam’, selera makan ibu akan muncul kembali seiring dengan berkurangnya gangguan mual dan muntah sehingga berat badan ibu akan naik secara bertahap. Namun, apabila lepas trimester pertama, gangguan mual dan muntah masih sering terjadi, sebaiknya ibu segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan.  

 

Nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil menurut trimester

Dalam prosedur pemeriksaan kehamilan, umumnya dokter atau bidan akan memberikan paket pemeriksaan mulai dari cek darah, gigi, psikologi, hingga konsultasi dengan ahli gizi. Nah, yang disebut terakhir ini berfungsi untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya kecukupan nutrisi dan ragam makanan bernutrisi bagi ibu hamil. Selain itu juga mengevaluasi menu makanan yang dikonsumsi ibu hamil sudah memenuhi memenuhi nutrisi yang dibutuhkan ataukah belum.

 

Perlu Bunda ketahui bahwa kebutuhan nutrisi ibu hamil berbeda di tiap trimesternya. Semakin matang usia kehamilan, janin akan mengalami perkembangan yang pesat sehingga kebutuhan nutrisinya semakin banyak. Berikut nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil menurut trimesternya.

 

  • Trimester pertama

Pada trimester pertama, janin mengalami proses pembentukan dan perkembangan. Agar tidak terjadi hamil anggur atau kosong, maka asupan nutrisi ibu hamil pada masa ini harus tercukupi. Di masa ini, ibu hamil membutuhkan banyak kalori agar tubuh memiliki energi yang cukup bagi janin untuk terbentuk dan berkembang. Selain kalori, ibu hamil juga membutuhkan kalsium untuk mendukung proses pembentukan tulang janin. Tak hanya itu, pada masa ini ibu hamil juga membutuhkan asam folat dan vitamin C. Ketika usia kehamilan mencapai 10 minggu, janin mulai mengalami proses pembentukan sel-sel otak sehingga membutuhkan protein, asam amino, dan DHA. Untuk menghindari bayi lahir cacat, beragam vitamin diberikan kepada ibu hamil seperti vitamin A, B1, B3, B2, dan B6.

  • Trimester kedua

Beranjak ke usia kehamilan trimester kedua, kebutuhan nutrisi ibu hamil semakin banyak. Pada masa ini janin mulai berproses membantuk jaringan sel saraf pusat. Oleh sebab itu dibutuhkan lebih banyak kalori. Ingat Bunda, pada trimester kedua ini sebaiknya tidak mengonsumsi cokelat, teh, dan kafein karena dapat mengganggu perkembangan sel saraf pusat. Untuk mengurangi sembelit, ibu hamil harus mengonsumsi lebih banyak serat dan meminum air putih minimal 8 gelas per hari. Pada akhir trimester kedua tepatnya usia kehamilan mencapai 28 minggu, sebaiknya ibu hamil menghindari konsumsi garam berlebih. Hal ini bisa mengakibatkan kaki bengkak.

  • Trimester ketiga

Nah, pada trimester ketiga ini ibu hamil membutuhkan lebih banyak kalori untuk persiapan persalinan. Tak hanya itu, kalori juga berperan dalam pertumbuhan plasenta dan menambah volume darah. Di masa ini, vitamin B6 tetap dibutuhkan ibu hamil untuk membantu metabolisme. Selain itu, ibu hamil juga harus minum lebih banyak, karena cairan membantu mengatur suhu tubuh janin di dalam kandungan.

 

Jenis makanan sebagai sumber nutrisi bagi ibu hamil

Agar semua zat gizi yang dibutuhkan oleh ibu dan janin terpenuhi, maka menu makanan perlu divariasikan. Hal ini juga bisa untuk menghindari rasa bosan terhadap menu makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Idealnya, dalam satu hari setidaknya terdapat dua menu makanan yang berbeda untuk dikonsumsi. Dalam menu makanan tersebut, sebaiknya terdapat sayuran dan lauk pauk sebagai sumber protein. Lantas, apa saja jenis makanan yang menjadi sumber nutrisi bagi ibu hamil? Simak daftarnya berikut ini.

  • Sayuran hijau

Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, brokoli, dan sawi merupakan jenis makanan yang kaya akan zat besi, serat, vitamin C, juga folat. Zat besi dapat menghindarkan ibu hamil dari kekurangan darah, serat untuk mencegah sembelit, viitamin C untuk membantu penyerapan zat besi, sedangkan folat berperan dalam tumbuh kembang janin.

  • Nasi merah

Nasi merupakan sumber karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh. Bagi ibu hamil, nasi merah sangat bagus karena kaya akan serat, zat besi, dan vitamin B. Tak hanya itu, nasi merah juga rendah kadar glukosa dan indeks glikemik sehingga membuat ibu hamil kenyang lebih lama. Vitamin B diperlukan untuk menunjang kesehatan sistem saraf dan produksi sel-sel darah merah.

  • Buah-buahan

Ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengonsumsi buah-buahan, karena kaya akan vitamin, mineral, juga serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, buah juga mengandung antioksidan yang bermanfaat untuk menangkal radikal bebas. Dalam mengonsumsi buah-buahan, sebaiknya tidak memilih buah yang berisiko terhadap kesehatan seperti durian, nangka, dan nanas. Boleh saja mengonsumsi buah-buah tersebut, dengan catatan tidak berlebihan.

  • Kacang-kacangan

Kacang-kacangan merupakan jenis makanan yang baik untuk ibu hamil karena kaya akan zat besi yang membantu membentuk sel-sel darah merah. Kecukupan darah pada ibu hamil dapat mencegah dari anemia.

  • Telur

Tak bisa dipungkiri bahwa telur merupakan sumber protein hewani yang bermanfaat bagi tubuh. Tak hanya kaya protein, telur juga mengandung kalori, 12 vitamin, mineral, dan omega 3. Sungguh jenis makanan yang satu ini merupakan sumber nutrisi  lengkap yang baik bagi ibu hamil.

  • Ikan salmon

Jenis makanan yang satu ini telah terkenal memiliki kandungan protein dan omega 3 yang tinggi. Tak hanya baik untuk memenuhi nutrisi ibu saja, tetapi juga bayi.

Banyak jenis makanan sebagai sumber nutrisi yang baik bagi ibu hamil. Dengan mengombinasikan beragam jenis makanan tersebut, Bunda dapat meminimalisir rasa bosan pada menu makanan. Selain itu, asupan nutrisinya menjadi lebih lengkap. Dengan menjaga asupan nutrisi, ibu dan janin tidak akan mengalami kekurangan nutrisi yang bisa mengakibatkan malnutrisi, janin dengan berat badan rendah, anak ber-IQ rendah, tumbuh kembang lambat, juga anemia.



Artikel Terkait


Artikel terkait tidak ditemukan

Komentar Artikel "HAMIL TETAP SEHAT, INI NUTRISINYA"